Minggu, 04 April 2010

Semuanya

berawal dari hati yang masih terkunci untuk orang lain. masih sangat sangat mempedulikan seseorang yang dari luar dia terlihat ngga pedulikan gue lagi. tapi itu bukan masalah, hati gue berpendapat seperti itu. berharap adalah bagaikan satu pekerjaan yang dilakukan lembur tanpa istirahat. hahaha tapi kerjaan itu ternyata diragukan oleh sebagian banyak orang. tapi biarkan semua jadi angin lalu dan ngga berpengaruh sama keyakinan gue itu. berhari hari, dengan lelah, kecewa, marah dan hampir putus asa, rasa itu harus tetap dipertahankan. yaaa walaupun gue tau sangat mustahil itu, tapi kapan lagi melawan sesuatu yang mustahil haha

tapi setiap manusia punya batas kesabaran, punya amarah hati yang kadang ngga bisa terlihat dari luar tapi cuma bisa dirasain dengan sakit. apa boleh buat itu resiko yang harus diterima dari setiap keputusan. ngga kebayang pemikiran apa aja yang harus dikorbbanin untuk satu hal yang sangat sangat ditunggu tunggu. haa ngga munafik setiap orang yang disayang punya keinginan untuk bersama kembali. sangat wajar! tapi semua balik lagi ke diri sendiri. ngga gampang untuk pertahanin sesuatu, banyak tantangan, halangan apa lagi pengorbanannya. semua itu udah dijalanin tergantung alurnya, tapi semua tetap diputuskan oleh yang Maha Kuasa. hanya bisa usaha apa yang bisa dilakukan, hanya bisa memperbaiki apa yang harus diperbaiki. tapi apa hasilnya kalo sesuatu yang sudah diperbaiki oleh orang lain tak pernah dihargai ataupun sekedar dilihat. dia tak pernah tau semua itu butuh banyak pertimbangan.

sampai dimana raga mulai lelah untuk mengejar sesuatu yang tak pasti. mengejar sesuatu yang semakin dikejar ia akan semakin lari bahkan bisa semakin benci. sekali lagi, itu resiko! yaa apa boleh buat lagi. sabar, tenangin hati itu adalah salah satu jalan untuk meyakinkan kelelahan itu hanya sementara. badai pasti berlalu! disaat gue mulai membuka mata, Tuhan memberikan kekuatan dan keyakinannya buat gue bahwa semua harus gue perjuangkan lebih lanjut, bukan stuck di tempat. gue mulai melihat adanya pengharapan, adanya kesempatan dari Tuhan. dan Tuhan buka jalan :) alhamdulillah, semua gue mulai kembali dengan senyum dan penuh pengharapan. tapi berkali kali kata kata yang harusnya tidak dikatakan untuk seorang wanitapun mulai keluar. itu membuat semakin jatuh dan terpuruk bahkan putus asa. yaaa, mungkin ini yang dia mau. gue mulai mundur satu per satu, langkah demi langkah. gue mulai berfikir untuk mengikhlaskan semuanya demi kebahagiaan seseorang yang tersayang. walaupun semua itu jelas jelas sangat kontra dengan apa yang gue inginkan. tapi untuk sekali lagi, apa boleh buat. mungkin ini yang terbaik. bukan karena rasa sayang itu hilang, tapi karena sayang inilah, semua ini harus gue lakukan bertahap.
maaf untuk semua yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What do you think?