Belajar dari keegoisan, belajar dari pengalaman. sebenernya ngga hanya itu aja sih, tapi gue dapet banyak pelajaran dari 2 hal itu.
Sejak lahir, mulai dari yang cuma bisa nangis. mau makan, nangis. pipis juga nangis, minta apa-apa pasti nangis. tapi dia bisa tertawa kalo ada yang nemenin atau ngajak dia main. yaa itulah kemanjaan seorang bayi. tumbuh menjadi anak yang mulai belajar dari lingkungan. lingkungan baik, sikapnya pun baik, begitu sebaliknya. entah, gue percaya bahwa dibalik kekecewaan, Allah selalu menyiapkan yang lebih baik dari sebelumnya. seperti yang gue alami saat ini. pengalaman pahit yang dulu gue cuma bisa nangis kalo inget itu semua, tapi sekarang gue senyum kalo inget pengalaman itu. tapi namanya ujian selalu aja ada, namanya juga hidup.
Dibalik semua air mata yang udah gue keluarin karena kekecewaan dulu, ternyata semua itu dibayar sama senyum & syukur. manusia memang makhluk sosial, ngga bisa hidup sendiri, ketergantungan satu sama lain. ditinggal pergi, itu udah menjadi suatu cerita lumrah yang dialami setiap orang. sampai pada suatu saat orang tersebut harus bangkit & yakin untuk senyum & syukur. dari mulai sahabat, cinta, keluarga. ini saatnya gue buat beranjak dewasa. berfikir tak hanya satu pihak aja, bertindak atas perasaan & logika.
'berfikir positif & percaya itu lebih baik'. hehe, itu kalimat seseorang yang bisa nuntun gue menuju kehidupan yang sesungguhnya. tapi buat ngelewatin semua ujian, sabar itu perlu banget. sangat perlu. manusia ngga ada yang sempurna, gue percaya banget sama hal itu. tau ngga sih waktu gue liat lo 'men-judge' gue ini itu? haha hati gue cuma bisa senyum. betapa beruntungnya gue dikasih kesempatan untuk 'menyayangi' seseorang yang sebenarnya dia bisa ngasih lo lebih kalo lo yakin :) Dan banyak hal yang harus lo tau, kita ngga pernah saling mengenal satu sama lain, jadi rasanya terlalu aneh jika lo men-judge gue dengan cara lo yang malah membuat gue senyum. lagi pula harusnya lo mikir & sadar kenapa dia lebih ke jalur B daripada jalur A. Padahal semua manusia sama aja, tapi kalo lo merasa lebih cantik dari yang lain gue salut banget! :D tapi hati-hati rasa percaya diri lo itu bisa menjatuhkan diri sendiri. karena sadarilah, jika lelaki tampan menyukai wanita cantik, itu wajar. tetapi jika lelaki tampan menyukai wanita 'jelek', yang merasa lebih cantik seharusnya lebih bisa sadar diri :)
"Semoga awet ya cantik, keterima di perguruan tinggi negri yang lo mau, makin cantik & semoga lebih bisa menghargai orang lain :) amin".
Ya itulah sepenggal doa untuk dia yang terlalu sensitif namanya untuk gue sebut.
Next, hidup itu pilihan. ayo bangun teman-teman yang masih mengharapkan seseorang disana. yakinkan kita bisa bahagia :) karena kebahagiaan datang dari diri sendiri, bukan orang lain. sadari pula, semua yang ada di dunia ini punya Allah. ada yang datang, pasti ada yang pergi. jadi masalahnya sekarang, bagaimana kita memanfaatkan waktu yang terbatas ini untuk memberikan yang terbaik, karena kita ngga akan pernah tau kapan batasnya sampai dia benar-benar pergi. 'Hargai waktumu bersama orang-orang tersayangmu'.
Hidup itu juga memberi walau harus tak diberi, menerima meski tak diterima. ikhlas, gampang ngomongnya tapi susah ngelakuinnya. tapi untuk ngelakuinnya juga butuh proses kok :)
Ini cuma sebuah cerita pendek yang dirangkum sampai umur ke-17. semoga bermanfaat, tumbuh menjadi seseorang yang lebih berfikir positif & luas serta bersikap bijaksana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
What do you think?