Kamis, 24 Januari 2013

I don't know what to called it

Haaai :3
Baru 3 hari UAS stress nya ngga ketolong diri sendiri, apa lagi orang lain. Kenapa lemah banget, kenapa terlalu cepat keluhan yang keluar dari mulut. Dan... malam ini gue melanggar janji gue sama Allah, sama diri sendiri juga. Itu bukti gue lemah banget! :'' Gue menanggalkan cita-cita, impian persis di depan mata, tapi justru di depan mata itulah yang nggak keliatan. Ambil hikmahnya, gue masih manusia :') Perlahan bakal biasa sama stress yang kayak gini.
Gue pernah denger para orang tua bilang kalo ada masa nya anak-anak nantinya akan mencari jati diri mereka. Well, gue merasa ada di tahap itu, saat ini. Dimana lo searching kemana mana tentang seseorang yang menurut lo patut dijadikan contoh, tentunya buat diri sendiri dulu. Perlahan nyoba untuk seperti tokoh-tokoh itu, dan akhirnya... karakteristik diri jadi bervariasi. Tapi... bukan itu yang gue mau :'( Masih mau jadi diri sendiri, tapi kenapa terlalu jelek untuk jadi diri sendiri. Kan kaan ngga bersyukur lagi :"
Gue memang bukan tergolong anak yang dibanggakan dalam keluarga kecil ini, bahkan malah justru lebih sering nyusahin, sering buat mama marah, papa kesel, kakak-kakak sebel, daaan gue menyadari hal itu. Berkali kali gue mensuggest diri bahwa mereka pasti sayang gue, tapi gue sadar belum bisa jadi apa yang mereka mau, anak yang berprestasi, ngga males, dan pastinya ngebanggain orang tua, yang justru semua itu ada di kakak-kakak gue :'' Karena hasil bukan penentu proses keseluruhan, I think. Tapi ma, pa, dinda selalu usaha buat mama sama papa bangga, oneday :')
UASku sayang, mari bermain cerdas :'D Fight!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

What do you think?